Aku merindukan kalian saat karang di tepian samudera dengan
patahan kasih sayang, menyusun kepingan puzzle kerinduan di telapak tangan. Mentertawakan
ombak, mentertawakan segala yang pernah kita lakukan, dan mentertawankan
segala-galanya yang pernah terjadi.
Aku ingin bertemu kalian, menikmati petang di pesisir selatan,
mengantar mentari pulang, semburat jingganya memberikan kesan
romantis, menyeret kesahduan ke bibir pantai.
Suara-suara riang berhamburan dalam ingatan, membawa kerinduan. Aku ingin
bertemu, samudera itu selalu saja memberi keindahan, semilirnya angin yang
berkawan dengan teriknya matahari memberi kesejukan, membawa lambaian nyiur ke
daratan, seolah memaksaku untuk datang.
Sedang gugusan karang itu tlah hilang di sapu gelombang. Pohon kelapa disana
pun tinggal beberapa batang, keindahan yang nampak pudar. Sepudar hatiku.
Berhenti berharap. Diam,, aku terdiam
Mungkin aku kan datang, suatu saat. Ketika kita tlah mampu menerjemahkan apa yang terpahat dalam gores kehidupan kita, sebuah rahasia yang mungkin hanya aku dan kalian yang tahu. Hanya kita teman...
Mungkin aku kan datang, suatu saat. Ketika kita tlah mampu menerjemahkan apa yang terpahat dalam gores kehidupan kita, sebuah rahasia yang mungkin hanya aku dan kalian yang tahu. Hanya kita teman...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar