Kamis, 23 Februari 2012

Kerinduan Seorang Sahabat

Aku merindukan kalian saat karang di tepian samudera dengan patahan kasih sayang, menyusun kepingan puzzle kerinduan di telapak tangan. Mentertawakan ombak, mentertawakan segala yang pernah kita lakukan, dan mentertawankan segala-galanya yang pernah terjadi.

Aku ingin bertemu kalian, menikmati petang di pesisir selatan, mengantar mentari pulang, semburat jingganya memberikan kesan romantis, menyeret kesahduan ke bibir pantai.
 
Suara-suara riang berhamburan dalam ingatan, membawa kerinduan. Aku ingin bertemu, samudera itu selalu saja memberi keindahan, semilirnya angin yang berkawan dengan teriknya matahari memberi kesejukan, membawa lambaian nyiur ke daratan, seolah memaksaku untuk datang. 

Sedang gugusan karang itu tlah hilang di sapu gelombang. Pohon kelapa disana pun tinggal beberapa batang, keindahan yang nampak pudar. Sepudar hatiku. Berhenti berharap. Diam,, aku terdiam

Mungkin aku kan datang, suatu saat. Ketika kita tlah mampu menerjemahkan apa yang terpahat dalam gores kehidupan kita, sebuah rahasia yang mungkin hanya aku dan kalian yang tahu. Hanya kita teman...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar